Ketika Sedang “Makan-makan” Demi Mendapatkan “Bisnis Besar”, Pria Ini Ditelpon Istrinya Yang Baru Saja Selesai Operasi, Tak Disangka…Ternyata
Ketika Sedang “Makan-makan” Demi Mendapatkan “Bisnis Besar”, Pria Ini Ditelpon Istrinya Yang Baru Saja Selesai Operasi, Tak Disangka…Ternyata
Ini baru pria sejati!
Apalah artinya bila seseorang pria berhasil dalam karir tetapi istrinya terlantar? Hal ini jadi dasar hidup Ethan dalam berkarir dan berumah tangga. Saat itu Ethan terpaksa meninggalkan istrinya yang baru saja usai operasi untuk makan malam dengan partner bisnisnya, Chiko, untuk mendapatkan usaha besar dari seorang yang memiliki perusahaan bernama Edo.
Seperti layaknya acara makan malam usaha yang lain, acara makan malam hari itu juga tidak luput dari hadirnya gadis-gadis cantik dan alkohol. Barusan Chiko berkata pada satu diantara gadis untuk menuangkan alkohol untuk bos Edo, handphone Ethan berdering hingga ia bangun dari tempat duduk serta keluar ruang untuk menangkat telepon.
“Kamu telah makan belum? Anda harus makan yah, janganlah lupa minum obat agar lukanya cepet pulih. Saya tentu kembali sebelumnya jam 1/2 sepuluh, janji. Iya… Saya gak minum banyak kok, sebagian gelas doang, anda tenang saja yah… istirahat ok? ” kata Ethan pada sang istri.
Percakapan itu nyatanya didengar oleh Chiko yang diam-diam mengikutinya dari belakang. Barusan Ethan tutup telephone, Chiko segera berkata, ”Setengah sepuluh? Lu gak salah bro? Kita belum deal sama bos Edo, saat lu ingin main pergi gitu saja?! Lu tau kan begitu utama usaha ini buat kantor kita? Ini telah tinggal dikit lagi gan. Gue bukannya tidak kasih lu pulang, lu bisa pulang namun maleman dikit ok? ”
Walau terasa bersalah, tetapi Ethan tetaplah dengan meyakini berkata, ”Sorry bro… Lu tau Rina baru saja dioperasi, gw gak dapat terlalu lama tinggalin dia sendirian dirumah sakit. ” Chiko tidak puas dengan jawaban Ethan, menurut dia Rina tentu dapat tahu, terlebih apa yang Ethan kerjakan untuk masa depan mereka dan tiada yang lebih utama dari pada karier untuk seseorang lelaki. Namun demikian Ethan tetaplah bersikeras dan berkata, ”Waktu gue nikah sama Rina, gue masihlah belum miliki apa-apa… Gue janji akan buat dia bahagia seumur hidup maka dari itu gue kerja mati-matian untuk dia. Saat ini gue telah miliki rumah, mobil, bahkan miliki perusahaan sendiri, namun jika untuk perusahaan gue jadi telantarin dia yang baru saja usai operasi, apa artinya semuanya kesuksesan ini gan? ”
Tak tahu mulai sejak kapan bos Edo berdiri di belakang mereka serta mendengar pembicaraan itu. Bos Edo menepuk bahu Ethan lalu menyalaminya sembari berkata, ”Sampai di sini saja pertemuan kita hari ini, saat ini telah cukup malam. Besok sore datanglah ke kantor saya untuk mengulas detil kesepakatan kerjasama sebelumnya ditandatangani. ”
Ethan dan Chiko mengagumkan kaget sampai diam membeku, mereka tidak mengerti bagaimana mungkin saja bos Edo yang demikian keras mendadak menyepakati untuk bekerjasama? Bos Edo yang seolah dapat membaca fikiran mereka juga tertawa lalu menjawab, ”Seorang yang bertanggung jawab pada keluarganya tentu akan bertanggung jawab pada rekanan bisnisnya. Saya bersedia bekerja bersama dengan perusahaan yang menjunjung tinggi kejujuran serta tanggung jawab. ”
Mungkin saja pepatah tersebut ada benarnya…
Dalam kehidupan ini kemenangan kecil tergantung pada kepintaran, akan tetapi kemenangan besar tergantung pada moral.
Lelaki yg tidak dapat melindungi wanita yang di cintai dengan baik umumnya susah mempunyai karir yang baik.
Kesuksesan seseorang lelaki bukanlah diukur dari berapakah banyak duit yang dipunyai, tetapi diukur berdasarkan seberapa banyak tawa yang dapat ia hadirkan dalam hidup wanita yang ia cintai.
Kebahagiaan hidup suami istri bukanlah diukur dari berapa banyak rumah serta mobil yang dipunyai, tetapi bedasarkan hadirnya pasangan saat tengah diperlukan.
Yuk share cerita ini sebanyak-banyaknya!
loading...
Loading...
Ini baru pria sejati!
Apalah artinya bila seseorang pria berhasil dalam karir tetapi istrinya terlantar? Hal ini jadi dasar hidup Ethan dalam berkarir dan berumah tangga. Saat itu Ethan terpaksa meninggalkan istrinya yang baru saja usai operasi untuk makan malam dengan partner bisnisnya, Chiko, untuk mendapatkan usaha besar dari seorang yang memiliki perusahaan bernama Edo.
Seperti layaknya acara makan malam usaha yang lain, acara makan malam hari itu juga tidak luput dari hadirnya gadis-gadis cantik dan alkohol. Barusan Chiko berkata pada satu diantara gadis untuk menuangkan alkohol untuk bos Edo, handphone Ethan berdering hingga ia bangun dari tempat duduk serta keluar ruang untuk menangkat telepon.
“Kamu telah makan belum? Anda harus makan yah, janganlah lupa minum obat agar lukanya cepet pulih. Saya tentu kembali sebelumnya jam 1/2 sepuluh, janji. Iya… Saya gak minum banyak kok, sebagian gelas doang, anda tenang saja yah… istirahat ok? ” kata Ethan pada sang istri.
Percakapan itu nyatanya didengar oleh Chiko yang diam-diam mengikutinya dari belakang. Barusan Ethan tutup telephone, Chiko segera berkata, ”Setengah sepuluh? Lu gak salah bro? Kita belum deal sama bos Edo, saat lu ingin main pergi gitu saja?! Lu tau kan begitu utama usaha ini buat kantor kita? Ini telah tinggal dikit lagi gan. Gue bukannya tidak kasih lu pulang, lu bisa pulang namun maleman dikit ok? ”
Walau terasa bersalah, tetapi Ethan tetaplah dengan meyakini berkata, ”Sorry bro… Lu tau Rina baru saja dioperasi, gw gak dapat terlalu lama tinggalin dia sendirian dirumah sakit. ” Chiko tidak puas dengan jawaban Ethan, menurut dia Rina tentu dapat tahu, terlebih apa yang Ethan kerjakan untuk masa depan mereka dan tiada yang lebih utama dari pada karier untuk seseorang lelaki. Namun demikian Ethan tetaplah bersikeras dan berkata, ”Waktu gue nikah sama Rina, gue masihlah belum miliki apa-apa… Gue janji akan buat dia bahagia seumur hidup maka dari itu gue kerja mati-matian untuk dia. Saat ini gue telah miliki rumah, mobil, bahkan miliki perusahaan sendiri, namun jika untuk perusahaan gue jadi telantarin dia yang baru saja usai operasi, apa artinya semuanya kesuksesan ini gan? ”
Tak tahu mulai sejak kapan bos Edo berdiri di belakang mereka serta mendengar pembicaraan itu. Bos Edo menepuk bahu Ethan lalu menyalaminya sembari berkata, ”Sampai di sini saja pertemuan kita hari ini, saat ini telah cukup malam. Besok sore datanglah ke kantor saya untuk mengulas detil kesepakatan kerjasama sebelumnya ditandatangani. ”
Ethan dan Chiko mengagumkan kaget sampai diam membeku, mereka tidak mengerti bagaimana mungkin saja bos Edo yang demikian keras mendadak menyepakati untuk bekerjasama? Bos Edo yang seolah dapat membaca fikiran mereka juga tertawa lalu menjawab, ”Seorang yang bertanggung jawab pada keluarganya tentu akan bertanggung jawab pada rekanan bisnisnya. Saya bersedia bekerja bersama dengan perusahaan yang menjunjung tinggi kejujuran serta tanggung jawab. ”
Mungkin saja pepatah tersebut ada benarnya…
Dalam kehidupan ini kemenangan kecil tergantung pada kepintaran, akan tetapi kemenangan besar tergantung pada moral.
Lelaki yg tidak dapat melindungi wanita yang di cintai dengan baik umumnya susah mempunyai karir yang baik.
Kesuksesan seseorang lelaki bukanlah diukur dari berapakah banyak duit yang dipunyai, tetapi diukur berdasarkan seberapa banyak tawa yang dapat ia hadirkan dalam hidup wanita yang ia cintai.
Kebahagiaan hidup suami istri bukanlah diukur dari berapa banyak rumah serta mobil yang dipunyai, tetapi bedasarkan hadirnya pasangan saat tengah diperlukan.
Yuk share cerita ini sebanyak-banyaknya!
loading...
Loading...
Ketika Sedang “Makan-makan” Demi Mendapatkan “Bisnis Besar”, Pria Ini Ditelpon Istrinya Yang Baru Saja Selesai Operasi, Tak Disangka…Ternyata
Reviewed by Unknown
on
05.40
Rating:
Reviewed by Unknown
on
05.40
Rating:

Tidak ada komentar